Ada cara yang senyap bagi matinya kompetisi dalam pengadaan publik: bukan lewat skandal yang dramatis, melainkan lewat tender yang sekadar menarik satu peserta yang memenuhi syarat, berulang kali, dan semua orang mengangkat bahu. Satu penawaran, dengan sendirinya, bukan bukti adanya yang salah. Persyaratan bisa memang khusus; waktunya bisa kurang beruntung. Namun ketika penyedia yang sama terus menang tanpa lawan, tanggapan yang jujur adalah rasa ingin tahu, bukan penerimaan. Mengapa pesaing tak ikut menawar? Apakah spesifikasinya terlalu sempit tanpa perlu? Apakah hasilnya sudah ditentukan sebelum pengumuman terbit? Bahayanya bersifat kultural sekaligus hukum. Begitu tender peserta tunggal berhenti mengundang tanya di dalam sebuah instansi, disiplin yang seharusnya dipaksakan oleh kompetisi sudah hilang. Pandangan IPW sederhana: instansi harus diwajibkan menjelaskan pola itu, bukan menganggapnya biasa — dan publik serta jurnalis daerah semestinya memperlakukan peserta tunggal yang berulang sebagai alasan untuk menelaah lebih dekat, bukan berpaling.
Peserta Tunggal Jangan Dianggap Hal Biasa
Opini Lainnya
Lihat Semua OpiniRUU Perampasan Aset Langgar HAM? Narasi yang Menyesatkan!
Narasi yang menyebut RUU Perampasan Aset melanggar HAM merupakan pandangan yang menyesatkan. Korupsi bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merampas hak masyarakat atas pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pelayanan publik. Karena itu, pengembalian aset hasil kejahatan menjadi bagian penting dalam upaya pemberantasan korupsi. RUU Perampasan Aset dinilai perlu untuk memastikan hasil tindak pidana tidak tetap dinikmati pelaku, dengan tetap menjamin prinsip hukum yang adil melalui pengawasan pengadilan, hak pembelaan, dan perlindungan pihak beritikad baik. Dengan mekanisme yang tepat, pemulihan aset justru menjadi bentuk perlindungan HAM bagi masyarakat luas.
8 Juli 2026Melindungi Pelapor Berarti Melindungi Uang Publik
Orang yang pertama melihat kejanggalan pengadaan adalah orang dalam. Jika mereka tak bisa melapor dengan aman, publik tak pernah tahu apa yang mereka ketahui.
24 Juni 2026Kecepatan Darurat Tak Boleh Jadi Alasan Menghindari Keterbukaan
Krisis membenarkan pembelian yang lebih cepat. Ia tak membenarkan pembelian dalam gelap — dan kecepatan semestinya selalu diikuti keterbukaan.