Tentang Indonesia Procurement Watch
Indonesia Procurement Watch (IPW) adalah organisasi non-pemerintah — lembaga masyarakat sipil independen yang berfokus pada pemantauan pengadaan barang dan jasa pemerintah serta pencegahan korupsi di sektor pengadaan publik.
Siapa Kami
IPW dideklarasikan pada 28 Oktober 2002 oleh para tokoh dari kalangan masyarakat sipil, dunia usaha, dan pemerintah — organisasi nirlaba dan nonpartisan yang lahir dari keprihatinan atas berbagai masalah dalam sistem dan praktik pengadaan publik di Indonesia.
IPW hadir untuk menjawab kenyataan bahwa sektor pengadaan barang dan jasa menjadi sumber utama korupsi di Indonesia. Berdasarkan temuan yang kerap disampaikan IPW, sekitar 70 persen kasus korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berasal dari pengadaan barang dan jasa. Studi Bank Dunia bahkan mensinyalir kebocoran 10 hingga 50 persen pada anggaran pembangunan yang disalurkan melalui pengadaan pemerintah.
Dengan anggaran pengadaan tahunan yang berkisar antara Rp250 hingga Rp375 triliun dari APBN, IPW menilai pengawasan publik mutlak diperlukan — dimulai sejak tahap perencanaan, bukan hanya saat pelaksanaan. IPW juga aktif mendorong penerapan e-procurement untuk mengurangi kontak langsung antara penyedia dan pejabat.
Selain pemantauan dan advokasi, IPW menyusun panduan antikorupsi pengadaan untuk membantu masyarakat mengenali risiko kecurangan, sehingga transparansi dapat benar-benar berubah menjadi akuntabilitas.

Visi & Misi
Visi
Terwujudnya sistem pengadaan barang dan jasa publik yang bebas korupsi, kolusi dan nepotisme, berdasarkan prinsip-prinsip Bersih, Transparan dan Profesional (BTP).
Misi
Menghapus korupsi, kolusi dan nepotisme pada seluruh kegiatan pengadaan barang dan jasa publik melalui pengembangan peran masyarakat, membantu pemerintah dalam perumusan kebijakan dan implementasi, serta mendorong profesionalisme dan moralitas seluruh pihak yang terkait.
Diharapkan IPW dapat mendorong secara proaktif dan efektif terwujudnya tata pemerintahan Indonesia yang baik dan bersih (Good Governance).
Peran & Pendekatan
Dalam kiprahnya, IPW menjalankan tiga peran yang saling menopang — dari kajian kebijakan, pemberdayaan masyarakat, hingga pemantauan — yang seluruhnya bermuara pada satu tujuan.
Kajian & Rekomendasi Kebijakan
IPW berkontribusi pada pengembangan kerangka hukum dan sistem manajemen pengadaan publik melalui penelitian, forum diskusi, dan seminar. Hasilnya disampaikan sebagai rekomendasi kebijakan kepada berbagai pihak dan dipublikasikan kepada masyarakat luas.
Pemberdayaan Masyarakat lewat Sosialisasi & Pelatihan
Tata kelola pengadaan yang baik menuntut kemitraan tiga pilar — pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil. IPW menjalankan kampanye media massa dan pelatihan agar masyarakat dapat berperan aktif mengawasi pengadaan di berbagai daerah.
Pengembangan Jaringan Komunikasi & Pemantauan
Upaya preventif, detektif, dan represif atas KKN dalam pengadaan publik menjadi lebih efektif dengan pemantauan masyarakat. IPW membekali dan memfasilitasi masyarakat sipil untuk memantau pengadaan di berbagai instansi dan proyek di daerahnya masing-masing.
Program
Peran-peran tersebut diwujudkan melalui lima kelompok program berikut.
Penelitian
- Hukum pengadaan publik
- Indeks tata kelola pengadaan yang baik
- Analisis patologi pengadaan publik
- Kajian kebijakan & regulasi pengadaan
- Konsultasi e-procurement & e-auction
- Seminar & forum diskusi berkala
Komunikasi
- Pengelolaan situs web IPW
- Penerbitan jurnal & buletin pengadaan publik
- Kampanye antikorupsi melalui media massa
- Pusat informasi pengadaan
- Penerbitan buku & referensi lainnya
Peningkatan Kapasitas
- Lokakarya "Tiga Pilar"
- Pelatihan bagi organisasi masyarakat sipil
- Pelatihan bagi jurnalis
- Pelatihan bagi aparat penegak hukum
- Pelatihan bagi aparat pemerintah daerah
- Pelatihan bagi komunitas usaha lokal
Pemantauan
- Pakta integritas
- Daftar hitam (black listing) IPW
- Kotak pos pengaduan IPW
- Investigasi proaktif IPW
- Komite pemantauan IPW
Pengembangan Kelembagaan
- Pembangunan kemitraan
- Pengembangan jaringan organisasi masyarakat sipil
- Pengembangan infrastruktur
- Pengembangan sumber daya manusia
- Studi banding
- Pengembangan unit usaha
Struktur Organisasi
Anggota Pendiri
- Prof. Dr. Komaruddin Hidayat
- Todung Mulya Lubis, SH
- Agus Rahardjo
- Batara Lumbanraja
- Bambang Warih Koesoema
- Djoko Susilo
- Dewi Motik Pramono
- Drs. Mar’ie Muhammad, MA (alm.)
- Amir Husin Daulay
- Al Mulyadi Mamoer
- Arfan Sofan
- Budihardjo Hardjowiyono, M.Sc.
- Ir. Firmansyah Rahim, MSc
- Suryo B. Sulisto
- Drs. Warsowiwoho MBA
- Narmawan Kaeni
- Irman R. Kartawijaya
- M. Farid
- Manalu Mamora
- Drs. Muhammad Abduh
- Pacifico Floresca
- Rusman Ismail
- Hayie Muhammad
- Sakdun
- Drs. Sarwedi, M.Si.
- Subagya Sastrosugito
- Suroto Prayitno
Badan Pekerja
- Direktur EksekutifHayie Muhammad
- Administrasi KeuanganSidhalta
Manajer Data & InvestigasiRonald Sihotang- Manajer Hukum & LitigasiHarsono, S.H
- Manajer Riset dan ProgramY. N. Bylmoreno
- Manajer PelatihanFarrel Muhammad, S.H
- Manajer Komunikasi & Antar LembagaShafa de Marsha
Manajer IT & DataLofee
Hubungi Kami
Punya informasi mengenai dugaan penyimpangan pengadaan, ingin bekerja sama, atau membutuhkan keterangan media? Kirimkan pesan Anda.