← Kembali ke Opiniopinion

Kecepatan Darurat Tak Boleh Jadi Alasan Menghindari Keterbukaan

Keadaan darurat itu nyata, begitu pula kebutuhan untuk berbelanja cepat ketika nyawa atau penghidupan dipertaruhkan. Aturan memang tepat mengizinkan jalan pintas agar bantuan tiba tepat waktu. Persoalannya, jalan pintas yang sama mengendurkan dokumentasi dan kompetisi justru pada saat dana besar bergerak cepat dan perhatian publik tertuju ke tempat lain. Sejarah menyediakan terlalu banyak contoh belanja darurat yang perlu pada saatnya, tetapi tak terpertahankan bila ditengok kembali. Jalan tengah yang masuk akal bukan memperlambat penanganan, melainkan mendesak agar kecepatan dibayar kembali dengan keterbukaan: terbitkan kontrak darurat segera setelah krisis mendesak berlalu, ungkapkan siapa dibayar berapa dan mengapa penunjukan langsung dipakai, serta serahkan hasilnya pada penelaahan setelah kejadian. Memperlakukan pengadaan darurat sebagai permanen bebas dari pengawasan adalah cara sebuah kebutuhan sementara berubah menjadi kebiasaan yang menetap. Publik akan memaafkan keputusan cepat yang dibuat dengan iktikad baik; yang menggerus kepercayaan adalah penolakan, di kemudian hari, untuk menunjukkan buktinya.