Menganggap pengadaan publik sebagai urusan teknis yang sebaiknya diserahkan kepada pejabat dan auditor memang menggoda. Justru naluri itulah yang diandalkan korupsi. Ketika sekitar 70 persen kasus korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersumber dari pengadaan barang dan jasa, pengadaan berhenti menjadi proses di belakang meja dan menjadi garis depan perjuangan pemerintahan yang bersih. Skalanya saja sudah cukup menjadi alasan — anggaran pengadaan tahunan berkisar Rp250 hingga Rp375 triliun yang berasal dari APBN: uang sebesar itu akan selalu mengundang upaya penyelewengan, dan segelintir auditor tak mungkin mengawasi setiap tender. Jawabannya bukan menambah kerahasiaan, melainkan menambah mata yang mengawasi. Data terbuka, penjelasan sederhana tentang bagaimana sebuah tender semestinya berjalan, serta warga yang berani bertanya hal-hal yang tak nyaman lebih berharga daripada satu regulasi mana pun. Pengawasan yang baru dimulai saat skandal meledak sudah gagal sejak awal; pengawasan yang benar-benar penting dimulai sejak perencanaan dan menjadi milik kita semua.
Mengapa Pengawasan Pengadaan Adalah Urusan Kita Semua
Opini Lainnya
Lihat Semua OpiniRUU Perampasan Aset Langgar HAM? Narasi yang Menyesatkan!
Narasi yang menyebut RUU Perampasan Aset melanggar HAM merupakan pandangan yang menyesatkan. Korupsi bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merampas hak masyarakat atas pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pelayanan publik. Karena itu, pengembalian aset hasil kejahatan menjadi bagian penting dalam upaya pemberantasan korupsi. RUU Perampasan Aset dinilai perlu untuk memastikan hasil tindak pidana tidak tetap dinikmati pelaku, dengan tetap menjamin prinsip hukum yang adil melalui pengawasan pengadilan, hak pembelaan, dan perlindungan pihak beritikad baik. Dengan mekanisme yang tepat, pemulihan aset justru menjadi bentuk perlindungan HAM bagi masyarakat luas.
8 Juli 2026Melindungi Pelapor Berarti Melindungi Uang Publik
Orang yang pertama melihat kejanggalan pengadaan adalah orang dalam. Jika mereka tak bisa melapor dengan aman, publik tak pernah tahu apa yang mereka ketahui.
24 Juni 2026Kecepatan Darurat Tak Boleh Jadi Alasan Menghindari Keterbukaan
Krisis membenarkan pembelian yang lebih cepat. Ia tak membenarkan pembelian dalam gelap — dan kecepatan semestinya selalu diikuti keterbukaan.